masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || SUMSEL, OKI - Kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan pelajar kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) di tengah munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai berdampak terhadap kualitas udara.
Sebagai bentuk langkah preventif, sejumlah personel Polres OKI mendatangi SMP Negeri 6 Kayuagung untuk membagikan masker kepada para siswa.Kamis (27/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan perlindungan sederhana namun penting, khususnya bagi anak-anak yang tetap menjalankan aktivitas belajar di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.
Pembagian masker berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh perhatian. Para petugas tidak sekadar menyerahkan masker, tetapi turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun.
Pelajar juga diingatkan agar menggunakan masker dengan cara yang benar, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, perlindungan terhadap anak-anak menjadi salah satu perhatian kepolisian di tengah situasi kabut asap.
“Kami ingin anak-anak tetap bisa beraktivitas dengan aman. Masker ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan asap, terutama ketika mereka berada di luar ruangan,” kata AKBP Eko Rubiyanto.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak semata-mata berorientasi pada pemadaman titik api. Di balik upaya tersebut, terdapat dimensi kemanusiaan yang tidak kalah penting, yakni memastikan masyarakat tetap memperoleh perlindungan dari berbagai dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.
Kelompok rentan, termasuk anak-anak dan pelajar, menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara mulai terganggu. Karena itu, langkah edukatif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan penanggulangan karhutla di lapangan.
Selain memberikan masker, Polres OKI juga mengajak para pelajar untuk mengambil peran dalam upaya pencegahan karhutla. Para siswa didorong untuk menyampaikan informasi yang mereka peroleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama mengenai bahaya dan dampak membakar lahan secara sembarangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membakar lahan sembarangan dan segera laporkan jika melihat adanya titik api,” ujar AKBP Eko.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah. Kesadaran masyarakat merupakan fondasi penting dalam memutus mata rantai kebakaran yang setiap tahunnya berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, kesehatan, hingga mengganggu aktivitas sosial dan pendidikan.
Bagi Polres OKI, pembagian masker kepada pelajar SMPN 6 Kayuagung bukan sekadar kegiatan sosial. Di balik selembar masker yang diberikan, terselip pesan bahwa keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, bahkan ketika petugas tengah berjibaku menangani persoalan karhutla.
Langkah sederhana tersebut juga menjadi simbol hadirnya kepolisian di tengah masyarakat—bukan hanya ketika api harus dipadamkan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, edukasi, dan kepastian bahwa kesehatan serta keselamatan mereka tetap menjadi perhatian.
Di tengah kepungan kabut asap, kepedulian semacam ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla sejatinya bukan hanya tentang bagaimana memadamkan api, melainkan juga bagaimana melindungi manusia yang berada di balik setiap peristiwa kebakaran tersebut.
Pewarta: M,Tahan
Editor: M, Mahdi/Ben

Tidak ada komentar:
Posting Komentar