masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || PEMALANG – Kabupaten Pemalang yang terletak di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah menyimpan sejarah peradaban yang sangat panjang. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Tegal di barat, Kabupaten Pekalongan di timur, dan Kabupaten Purbalingga di selatan, ini telah menjadi tempat hunian manusia sejak masa prasejarah.
(Jum'at-28/08/2026)
Jejak Peradaban Awal dan Asal-Usul Nama,
Bukti arkeologis menunjukkan wilayah Pemalang telah dihuni sejak masa prasejarah, ditandai dengan temuan punden berundak, situs pemandian kuno, arca Ganesha, lingga, serta makam kuno dan batu nisan di Desa Keropak . Pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah ini pernah dimanfaatkan oleh Patih Gajah Mada sebagai pangkalan militer dalam ekspedisi menaklukkan Sriwijaya.
Nama Pemalang diyakini berasal dari kata "pepalang" yang berarti penghalang atau benteng, melambangkan wilayah ini sebagai benteng pertahanan bagi siapa yang berniat jahat . Versi lain menyebutkan nama ini berkaitan dengan tokoh Raden Joko Malang (Ki Gede Sambungyudha), penguasa yang membuka wilayah tersebut.
Hari Jadi dan Pembentukan pemerintah,
Tanggal 24 Januari 1575 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Pemalang, bertepatan dengan pengakuan masyarakat terhadap pemerintahan di wilayah tersebut . Pada masa itu, Pangeran Benawa, putra Sultan Pajang, sempat menetap di Pemalang dan dimakamkan di Desa Penggarit .
Sekitar tahun 1622–1623, Pemalang menjadi apanage (daerah kekuasaan) Pangeran Purbaya dari Mataram, dengan Raden Mangoneng sebagai penguasa yang berpusat di Dukuh Oneng, Desa Bojongbata. Beliau dikenal sebagai tokoh yang anti-VOC dan mendukung kebijakan Sultan Agung . Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang .
Masa Kolonial dan Perjuangan
Selama berabad-abad, Pemalang berada di bawah kekuasaan VOC, kemudian Pemerintah Hindia Belanda, dan masa pendudukan Jepang. Pada masa Perang Diponegoro, bupati Pemalang turut terlibat dalam perjuangan.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Pemalang memasuki masa revolusi. Terjadi Revolusi Sosial di mana tokoh seperti Supangat muncul sebagai Bupati de facto, dan Kiai Makmur yang gugur ditembak tentara Belanda saat mempertahankan kemerdekaan .
Era Kemerdekaan Hingga Kini
Secara hukum formal, Kabupaten Pemalang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah . Pusat pemerintahan telah berpindah beberapa kali: dari Desa Oneng → Ketandan → lokasi saat ini dekat Alun-alun Kota Pemalang.
Kini, Kabupaten Pemalang terdiri dari 14 kecamatan, dengan ibu kota di Kota Pemalang. Potensi utamanya meliputi sektor pertanian, perikanan pantai, serta jalur perdagangan strategis di jalur Pantura. Peninggalan sejarah seperti makam Syekh Maulana Maghribi, makam Pangeran Benawa, dan Rumah Sejarah Dalem Notonegoro menjadi saksi bisu perjalanan panjang daerah ini.
πΏππππππ: π°πππ πΌπ'ππππ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar