• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    🔴 BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    Kabel Wi-Fi Melorot di Pertigaan Sindanglaka, Sebulan Dibiarkan: Warga Terpaksa Pasang Bambu, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan

    Sabtu, Agustus 22, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Jejakcyber || Cianjur - Kabel jaringan internet atau Wi-Fi yang melorot hingga berada terlalu rendah di atas badan jalan kabupaten tepatnya di pertigaan Sindanglaka, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, menuai sorotan warga.

    Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bertubuh tinggi seperti mobil box dan kendaraan angkutan lainnya.

    Ironisnya, persoalan kabel yang diduga milik salah satu perusahaan penyedia layanan internet tersebut disebut warga telah berlangsung lebih dari satu bulan, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan dari pihak yang bertanggung jawab.

    Karena khawatir terjadi kecelakaan, masyarakat setempat bahkan mengambil inisiatif memasang bambu sebagai penyangga sementara agar kabel tidak semakin melorot ke badan jalan.

    Langkah swadaya tersebut memang menunjukkan kepedulian warga terhadap keselamatan bersama. Namun di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan pertanyaan: mengapa masyarakat yang harus turun tangan ketika fasilitas jaringan milik perusahaan justru berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan?

    Tj (51), warga Sindanglaka, mengatakan keberadaan kabel yang terlalu rendah tersebut cukup mengganggu, khususnya bagi kendaraan besar.

    “Sangat mengganggu untuk pengguna jalan, khususnya mobil box. Takut tersangkut. Kami masyarakat berinisiatif mengganjalnya dengan bambu,” ujar Tj.

    Senada, DD (42), Linmas Desa Sindanglaka, Kampung Babakan Hilir, RW 05, menyebut kondisi kabel tersebut sudah berlangsung lebih dari sebulan. Warga kemudian berinisiatif menggunakan bambu panjang sebagai penyangga karena khawatir kabel tersangkut kendaraan besar yang melintas.

    Menurutnya, kendaraan bertubuh tinggi yang melintas di lokasi tersebut sangat berpotensi mengenai kabel apabila tidak segera diperbaiki.

    Kekhawatiran serupa disampaikan Agus, seorang pengemudi mobil box. Ia menilai posisi kabel yang terlalu rendah sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan persoalan bagi pengemudi.

    “Sangat mengganggu. Seharusnya cepat diperbaiki karena terlalu rendah, takut kena box mobil. Harapan saya sebagai driver, ini segera diperbaiki dan jangan dibiarkan seperti itu karena sangat berbahaya bagi pengguna jalan seperti saya,” ungkap Agus.

    Kades: Jangan Tunggu Sampai Terjadi Korban

    Di tempat yang sama, Kepala Desa Sindanglaka, Asep Kurtubi, turut angkat bicara terkait kondisi tersebut, Minggu (23/8/2026).
    Ia menilai kabel yang melintang terlalu rendah di kawasan yang menjadi jalur lalu lintas masyarakat tersebut patut segera mendapat perhatian.

    Menurutnya, keberadaan kabel yang tidak berada pada posisi semestinya dapat membahayakan kendaraan yang melintas, terlebih kendaraan besar.

    Asep juga mengaku pihak pemerintahan desa perlu mengetahui siapa pemilik atau operator jaringan tersebut agar persoalan dapat segera ditangani.

    “Ini sangat membahayakan lalu lintas di jalan raya, terutama karena posisinya berada di tengah-tengah jalan. Kalau memang ada perusahaan yang memiliki jaringan Wi-Fi tersebut, kami berharap segera memperbaikinya,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti penggunaan bambu sebagai penyangga. Menurutnya, bambu tersebut merupakan bentuk inisiatif masyarakat untuk mengantisipasi bahaya, tetapi tentu bukan solusi permanen.

    Pasalnya, keselamatan pengguna jalan tidak semestinya bergantung pada bambu yang dipasang secara swadaya oleh warga. Infrastruktur jaringan seharusnya dipasang dan dipelihara dengan memperhatikan aspek keamanan serta tidak mengganggu fungsi jalan dan keselamatan masyarakat.

    Menunggu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Sinyal Internet
    Persoalan ini bukan semata-mata mengenai kabel yang melorot. Lebih jauh, kondisi tersebut menyangkut keselamatan publik dan tanggung jawab pengelola infrastruktur telekomunikasi.

    Apabila benar kabel tersebut merupakan bagian dari jaringan perusahaan penyedia layanan internet, maka publik tentu berharap perusahaan tidak hanya hadir ketika memasang dan menjual layanan, tetapi juga hadir ketika infrastrukturnya menimbulkan persoalan di lapangan.

    Terlebih, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur sejumlah hak konsumen, termasuk hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan barang dan/atau jasa.

    Meski demikian, penerapan ketentuan tersebut terhadap persoalan kabel di ruang publik tetap perlu dilihat berdasarkan hubungan hukum dan fakta kasusnya.

    Yang jelas, jangan sampai persoalan baru mendapat perhatian setelah kabel tersebut benar-benar tersangkut kendaraan dan menimbulkan kecelakaan.

    Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pihak dari perusahaan atau brand penyedia layanan Wi-Fi tidak ada yang menyatakan bertanggung jawab maupun memberikan keterangan mengenai keberadaan kabel tersebut.

    Warga berharap pihak terkait segera turun tangan melakukan pengecekan dan perbaikan. Sebab, bambu yang kini digunakan warga hanyalah solusi darurat, bukan jawaban atas persoalan infrastruktur kenyaman pengguna jalan yang seharusnya ditangani secara profesional.

    Jangan sampai internetnya lancar, tetapi kabelnya membuat keselamatan pengguna jalan menjadi taruhan.

    Ben
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    🔴 MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    📲 HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG