masukkan script iklan disini
Jejak Cyber || Jombang - Suasana Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang kini semakin hidup. Semangat dan harapan berkumpul di tanah kelahiran para pendiri bangsa ini, tempat di mana Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama akan digelar. Selama lima hari penuh—dari Rabu, 26 Agustus hingga Ahad, 30 Agustus 2026 sejarah akan kembali ditulis.
Panitia telah merilis rundown resmi yang memuat seluruh rangkaian kegiatan akbar ini. Setiap jam yang berlalu bukan sekadar waktu yang berjalan, melainkan momen-momen penting yang akan menentukan arah perjalanan NU lima tahun ke depan.
RABU, 26 AGUSTUS: Langkah Awal Penyatuan Hati
Pintu penyambung telah terbuka lebar. Mulai pukul 10.00 WIB, para utusan dari seantero nusantara berdatangan, melakukan registrasi dan pengambilan tanda peserta. Malam harinya, tepat pukul 19.30 WIB, seluruh peserta berkumpul dalam Istighosah Kubro. Bukan dimulai dengan gemuruh pidato, melainkan dengan doa dan harapan bersama—memohon keberkahan Allah SWT agar seluruh rangkaian berjalan lancar, diridhoi, dan membawa manfaat luas.
KAMIS, 27 AGUSTUS: Pintu Sejarah Terbuka
Puncak pembukaan yang ditunggu-tunggu tiba. Pukul 20.00 WIB, suasana Tambakberas akan berubah menjadi lautan putih dan ketakwaan. Setelah sambutan-sambutan yang penuh kehangatan, akan dibacakan Khutbah Iftitah oleh Rais Aam PBNU, diikuti amanat yang menggetarkan hati dari Presiden Republik Indonesia. Sebuah momen pembukaan yang tak hanya sakral, tetapi juga menjadi penanda dimulainya babak baru perjuangan umat.
JUMAT, 28 AGUSTUS: Musyawarah, Jalan Kebenaran
Hari Jumat yang penuh keberkahan menjadi hari diskusi dan pemikiran. Sejak pagi pukul 08.00 WIB, Sidang Pleno I membahas hal-hal strategis. Dilanjutkan Pleno II siang harinya. Ketika malam tiba pukul 19.00 WIB, ruang-ruang komisi tetap hidup para peserta duduk bersama, bertukar gagasan, menyusun rekomendasi, menyempurnakan gagasan. Di sinilah demokrasi berjalan dalam kebersamaan, tanpa gaduh, namun bermakna dalam.
SABTU, 29 AGUSTUS: Puncak Penentuan Pimpinan
Ini adalah hari yang paling ditunggu. Pagi hingga siang, komisi-komisi menyelesaikan tugasnya. Lalu tiga gelombang sidang pleno berjalan berurutan Pleno III, IV, hingga puncaknya pada malam hari pukul 19.30 WIB. Di saat sebagian orang sedang beristirahat, di sini akan terjadi momen paling bersejarah: Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya. Siapa yang akan memikul amanah besar ini? Semua mata tertuju pada Tambakberas. Semoga yang terpilih adalah mereka yang paling dicintai umat dan paling mampu memegang amanah dengan jujur.
AHAD, 30 AGUSTUS: Penutup yang Menjadi Awal
Saat fajar menyingsing di hari terakhir, pukul 08.30 WIB, doa penutup dibacakan. Muktamar resmi ditutup dengan harapan besar—bahwa apa yang diputuskan di sini akan menjadi cahaya bagi umat, bagi bangsa, bagi Indonesia. Tak berhenti di situ, pukul 10.15 WIB, pimpinan terpilih akan berhadapan dengan publik dalam konferensi pers, menyampaikan visi dan misi untuk lima tahun mendatang.
Lima hari yang singkat, namun dampaknya akan terasa bertahun-tahun. Di tangan para peserta Muktamar inilah masa depan NU dipertaruhkan bukan untuk kemegahan institusi, melainkan untuk kemaslahatan rakyat kecil, untuk tegaknya kebenaran, untuk terjaganya persatuan bangsa.
Mari kita doakan bersama: Semoga Muktamar Ke-35 NU di Jombang berjalan aman, lancar, dan melahirkan keputusan-keputusan yang diridhoi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Sumber: NU Online
Editor: Amad Ma'muri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar