• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    🔴 BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    Polres OKI Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, Stafsus Menko Infrastruktur Cek Lahan Terbakar di Jejawi

    Rabu, Agustus 26, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JEJAK CYBIER || SUMSEL, OKI - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

    Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pemantauan pascakebakaran, deteksi dini, pencegahan, serta penguatan kesiapsiagaan seluruh unsur yang berada di lapangan.

    Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pengecekan kondisi lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran di Dusun 3, Desa Batun Baru, Kecamatan Jejawi, Rabu (26/8/2026).

    Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Irjen Pol Arief Rahmat, tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

    Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto bersama jajaran Polres OKI, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemerintah desa.

    Lahan yang berada di sisi Jalan Tol Jejawi KM 347 itu sebelumnya dilanda kebakaran pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

    Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lahan pascakebakaran sekaligus mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan.

    Pemantauan juga menjadi bagian penting dalam memastikan tidak terdapat potensi munculnya kembali titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

    Posisi lahan yang berada di sekitar jalur tol menjadi perhatian tersendiri. Selain berpotensi meluas ke kawasan lain, kebakaran di wilayah tersebut juga dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan apabila asap dan api tidak segera dikendalikan.

    Dalam konteks penanganan karhutla, Arief Rahmat menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja. Karhutla merupakan persoalan ekologis sekaligus sosial yang membutuhkan respons terpadu, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, petugas penanggulangan bencana, hingga masyarakat.

    “Penanganan karhutla dan bencana alam harus dilakukan bersama-sama. Dibutuhkan sinergi seluruh instansi dan elemen masyarakat. Ini bukan tugas perorangan,” ujarnya.

    Menurutnya, kekuatan utama dalam menghadapi ancaman karhutla terletak pada kemampuan seluruh unsur untuk membangun koordinasi yang solid. Pencegahan harus berjalan beriringan dengan kesiapan menghadapi keadaan darurat, sehingga setiap indikasi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

    Dalam kunjungan tersebut, Arief juga menyerahkan bantuan berupa vitamin, masker, susu UHT, dan mi instan kepada Camat Jejawi. Bantuan itu selanjutnya akan didistribusikan kepada tim yang terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Jejawi.

    Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi yang konsisten dalam menghadapi ancaman karhutla.

    Menurutnya, pemantauan wilayah serta kemampuan mendeteksi potensi titik api sejak dini merupakan instrumen penting dalam memutus rantai kebakaran sebelum berkembang lebih besar.

    “Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas. Penanganan harus dilakukan secara terukur dengan mengutamakan pencegahan, deteksi dini, dan koordinasi di lapangan,” kata AKBP Eko.

    Ia menambahkan, Polres OKI bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, MPA, dan masyarakat akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan karhutla di berbagai wilayah rawan.

    Masyarakat juga diimbau untuk tidak bersikap pasif terhadap potensi kebakaran. Setiap indikasi munculnya asap maupun titik api diharapkan segera dilaporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.

    Bagi Polres OKI, penanganan karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Jauh lebih penting adalah memastikan api tidak kembali muncul, memperkuat sistem peringatan dini, menjaga kesiapan personel, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

    Dengan pendekatan yang mengedepankan sinergi, pencegahan, dan respons cepat, upaya pengendalian karhutla di OKI diharapkan mampu berjalan lebih efektif. Sebab, menjaga wilayah dari ancaman kebakaran bukan semata-mata persoalan teknis pemadaman, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi lingkungan, keselamatan masyarakat, dan keberlangsungan aktivitas di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    Pewarta: M,Tahan
    Editor: Ben
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    🔴 MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    📲 HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG