masukkan script iklan disini
ππΌππΈπ βππΉπΌβ || ππππΌπ»πΈβπΎ — Nama H. Suden Sunjaya mulai menjadi perhatian masyarakat Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, setelah dirinya membenarkan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa Mekarbakti 2026 dan Nomer urut 1
Keputusan tersebut tidak terlepas dari perjalanan pengabdiannya di tengah masyarakat. H. Suden Sunjaya diketahui pernah dipercaya menjadi Ketua RW selama dua periode. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Desa Mekarbakti selama dua periode.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menjalankan amanah di lingkungan masyarakat maupun organisasi keagamaan.
Salah satu program NU yang turut mendapat perhatian selama kepemimpinannya adalah Lailatul Ijtima. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah masyarakat Desa Mekarbakti.
Ustadz Adin, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Barokah, saat di konfirmasi awak media Jejak Cyber Selasa-15/09/2026), membenarkan adanya perkembangan positif dalam pelaksanaan Lailatul Ijtima selama H. Suden Sunjaya memimpin NU Desa Mekarbakti.
“Di bawah kepemimpinan H. Suden Sunjaya, program NU yang bernama Lailatul Ijtima menjadi lebih hidup sehingga tali ukhuwah Islamiyah lebih terjalin di Desa Mekarbakti,” ujar Ustadz Adin kepada media Jejak Cyber.
Menurut Ustadz Adin, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan melalui Lailatul Ijtima juga turut membantu masyarakat dalam membangun pola kegiatan keagamaan yang lebih tertata.
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), misalnya, tidak selalu harus terkonsentrasi di satu lokasi. Kegiatan dapat bergiliran dan berkembang di berbagai lingkungan sehingga keterlibatan masyarakat menjadi lebih luas.
Pengalaman Organisasi dan Pengabdian,
Bagi H. Suden Sunjaya, pengalaman menjadi Ketua RW maupun Ketua NU bukan sekadar jabatan. Pengalaman tersebut menjadi proses belajar dalam berinteraksi dengan masyarakat, membangun komunikasi dan menjalankan amanah.
Ketika dikonfirmasi mengenai kabar dirinya akan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Mekarbakti, H. Suden Sunjaya membenarkannya.
Ia mengatakan, keputusan tersebut didorong oleh keinginan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Prinsip yang ia pegang adalah “Khoirunnas 'anfa'uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Motivasi saya adalah belajar menjadi manusia yang bermanfaat,” kata H. Suden Sunjaya.
Bagi dirinya, pengalaman selama dua periode menjadi Ketua RW dan dua periode memimpin NU Desa Mekarbakti menjadi bagian dari perjalanan untuk memahami persoalan serta kebutuhan masyarakat dari dekat.
Kini, pengalaman tersebut akan diuji dalam ruang politik desa,
Jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat dalam Pilkades Mekarbakti 2026, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengelola kegiatan organisasi atau lingkungan, tetapi bagaimana menerjemahkan pengalaman pengabdian tersebut menjadi tata kelola pemerintahan desa yang mampu menjawab kebutuhan warga.
Pilkades pun pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling dikenal, tetapi juga tentang rekam jejak, gagasan, integritas, serta kemampuan calon meyakinkan masyarakat bahwa dirinya mampu membawa perubahan.
βππ‘π π£π₯ππ£: π»ππͺππ₯
πΌπππ₯π π£: πΈπππ ππ'ππ¦π£π.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar