• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Loading berita terbaru...
    Headline

    Menu Bawah

    πŸ”΄ BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    Cegah Radikalisme, Bupati KDS: Guru BK Harus Mengenali Karakter Siswa Satu Per Satu di Sekolah

    JEJAK CYBER
    Kamis, September 03, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JEJAK CYBER || KABUPATEN BANDUNG - Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna menegaskan bahwa para guru BK (Bimbingan dan Konseling) harus sudah selesai dengan dirinya sendiri saat memberikan bimbingan atau pembinaan kepada para siswa didiknya. Para guru BK memiliki posisi sangat strategis dalam mendampingi, membentuk dan menjaga perkembangan karakter para peserta didik. 

    Hal ini ditegaskan Bupati KDS, sapaan akrab Bupati Kang Dadang Supriatna saat menyampaikan arahannya pada sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan radikalisme terhadap anak di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (3/9/2026). 


    Sosialisasi ini bertujuan untuk peningkatan peran guru BK dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah, aman, inklusif dan tangguh terhadap radikalisme. 

    Sosialisasi ini dihadiri 371 guru BK SMP Negeri/Swasta, perwakilan kepala sekolah SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Bandung. Kegiatan ini digelar Dinas DALPUK PPA (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. 

    Sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan radikalisme terhadap anak ini dengan narasumber Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, dan perwakilan petugas Densus 88 Mabes Polri.

    Bupati KDS sangat apresiasi dengan dilaksanakannya sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan radikalisme terhadap anak.

    "Kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme ini sangat penting, apalagi dalam sosialisasi ini berkaitan dengan peran guru BK," katanya. 

    Ia menegaskan bahwa peran guru BK ini menjadi kunci dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Terutama bagi guru BK yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, apalagi peran guru BK menampung curhatan anak-anak di sekolah. 

    "Guru BK harus sudah selesai dengan dirinya. Karena ada beberapa rahasia anak yang harus disimpan guru BK. Jangan malah guru BK mem-bullying  atau mengekspos di media sosial terkait permasalahan anak tersebut, karena ini bahaya," katanya. 

    KDS mengungkapkan peran guru BK di sekolah sangat penting, karena harus mengenali karakter para siswa satu per satu di sekolah tersebut. Guru BK perlu membangun kedekatan dan kepercayaan agar siswa merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi masalah. 

    "Guru BK tidak punya rasa hasut, tidak punya rasa iri, dan tidak punya rasa  membocorkan rahasia (anak)," ujarnya. 

    Peranan guru BK, lanjut Bupati Bandung, sebagai penghubung antara orang tua siswa dengan guru atau pihak sekolah. Misalnya, salah satu siswa dengan kondisi orang tuanya di rumah, sehingga berdampak terhadap siswa itu sendiri saat berada di lingkungan sekolah. 

    "Disaat siswa itu curhat ke guru BK, sehingga guru BK ini menjadi penghubung antara orang tua siswa dengan siswanya itu sendiri, sehingga dengan harapan bisa kembali terjalin hubungan yang harmonis," ungkapnya. 

    Selanjutnya, Bupati KDS berharap, peranan guru BK ini secara rutin untuk  mengecek siswa pendiam saat berada di sekolah. Ia pun mendorong menerapkan budaya 5S di sekolah, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. 

    Untuk itu, Bupati menugaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, para kepala sekolah dan guru harus datang lebih awal di sekolah melalui gerakan SAPA BEDAS (Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas). Artinya, memberikan contoh yang baik kepada para siswanya sebagai anak didiknya. Melalui program SAPA BEDAS ini diharapkan bisa menciptakan iklim pendidikan yang ramah anak dan berkarakter. 

    Lebih lanjut KDS menekankan bahwa di sekolah tidak ada perbedaan, baik suku, ras maupun agama. Selain itu ada kerja sama dengan pihak luar, baik dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Polri, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan RI. 

    "Untuk meminimalisir radikalisme, perlu  ada pendidikan/penataran empat pilar kebangsaan, karena di situ ada Pancasila, selain UUD 1945, NKRI dan  Bhinneka Tunggal Ika. Kita dituntut memiliki jiwa nasionalis," harap KDS.

    Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini juga berharap di setiap jam 10.00 WIB pada setiap harinya di setiap sekolah diwajibkan mendengarkan lagu Indonesia Raya.

    "Minimal mendengarkan lagu Indonesia Raya. Supaya kita ada rasa cinta Tanah Air dan rasa memiliki. Dengan harapan radikalisme tidak terjadi di sekolah,"  harapnya.

    Di penghujung sambutannya, KDS mengucapkan terima kasih kepada para guru BK sudah menjadi tempat curhatan anak-anak di sekolah. 

    "Dan terima kasih tidak membocorkan rahasia anak-anak kita. Saya mohon kepada para guru BK sabar, tawakal, saya yakin ibu dan bapak mendapatkan pahala dari Allah SWT," ungkapnya. 

    Menurutnya, peranan guru BK untuk menentukan anak-anak yang aman,  ramah dan terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan untuk mewujudkan anak-anak yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045 sesuai dengan harapan Presiden Prabowo.

    (π™°πš–πšŠπš π™ΌπšŠ'πš–πšžπš›πš’) 
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    πŸ”΄ MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    πŸ“² HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG