• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    πŸ”΄ BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    El Nino Ancam Pertanian Cianjur, Petani Diminta Adaptasi Pola Tanam

    Kamis, September 03, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JEJAK CYBER || CIANJUR – Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Cianjur. Kondisi minimnya curah hujan dan keterbatasan sumber air menjadi ancaman nyata bagi petani, terutama terhadap keberlangsungan tanaman yang membutuhkan pasokan air cukup selama masa pertumbuhan.

    Dampak paling serius dari kemarau ekstrem tersebut adalah ancaman kekeringan yang dapat berujung pada gagal panen serta penurunan produktivitas hasil pertanian. Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur pun dituntut untuk lebih cermat menentukan pola tanam dan menyesuaikannya dengan kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah.


    Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Mande, Rudi Supriatno, mengatakan, menghadapi kondisi kemarau seperti saat ini, langkah pertama yang perlu dilakukan petani adalah memetakan potensi sumber air yang tersedia. Menurutnya, petani yang berada di sekitar sumber air masih memiliki peluang untuk mempertahankan kegiatan bercocok tanam, sementara wilayah yang minim sumber air harus menerapkan strategi berbeda.

    “Petani harus mengetahui terlebih dahulu potensi yang ada. Kalau memang masih memungkinkan untuk ditanami, pilih tanaman yang umurnya lebih pendek, memiliki hasil yang baik, dan relatif tahan terhadap kondisi kering,” ujar Rudi, Jumat (4/9/2026).

    Menurut Rudi, untuk wilayah yang memiliki potensi sumber air tanah, upaya penyediaan air dapat dilakukan melalui pembangunan sumur bor maupun pompanisasi. Namun, langkah tersebut harus didahului kajian untuk memastikan keberadaan dan potensi air tanah, salah satunya melalui survei geolistrik.

    “Kalau memang wilayahnya berpotensi, bisa dibantu melalui pembangunan sumur bor atau pompanisasi. Untuk air tanah dangkal, potensi sumber airnya perlu diketahui terlebih dahulu,” katanya.

    Ia menambahkan, pembangunan sarana air tanah juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena terdapat sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi, termasuk kedalaman dan debit air yang memadai untuk mendukung areal pertanian.

    Karena itu, diperlukan pemetaan serta pengkajian yang matang agar pembangunan infrastruktur air benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok tani dan tidak menjadi solusi yang bersifat sementara.

    Rudi juga mendorong kelompok tani untuk mengoptimalkan sarana pompa yang sudah tersedia,. Selain itu, menurutnya, fasilitas yang dapat dipinjam atau difasilitasi melalui unsur kewilayahan juga dapat menjadi alternatif untuk membantu petani menghadapi kondisi kekeringan, terutama di wilayah yang masih memiliki sumber air potensial.

    Dinas pertanian memberikan rekomendasi pembelian BBM untuk alat mesin pertanian, di SPBU bisa dengan menggunakan drigen sesuai kebutuhan alat mesin pertanian.

    “Yang paling penting, pola tanam harus disesuaikan dengan kondisi musim. Jangan memaksakan menanam apabila tidak ada sumber air yang dapat menjamin kebutuhan tanaman. Petani harus mampu membaca kondisi alam, mengatur waktu tanam, memilih jenis tanaman yang sesuai, serta memanfaatkan seluruh potensi sumber air yang tersedia,”tutupnya.

    π™Ήπšžπš›πš—πšŠπš•πš’πšœ: 𝙼,π™ΌπšŠπš‘πšπš’/ π™±πšŽπš—
    π™΄πšπš’πšπš˜πš›: π™°πš–πšŠπš π™ΌπšŠ'πš–πšžπš›πš’
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    πŸ”΄ MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    πŸ“² HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG