masukkan script iklan disini
๐๐๐ฃ๐๐ค ๐๐ฒ๐๐๐ซ || ๐๐ข๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ซ - Festival sepak bola usia dini yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-8 Clonk’s FC berlangsung sengit dan menyedot perhatian para pecinta sepak bola. Sejumlah SSB dari luar Kabupaten Cianjur turut ambil bagian, di antaranya dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, hingga Kota Bogor. Sabtu (26/9/2026)
Pertandingan yang mempertemukan talenta-talenta muda usia 8 dan 9 tahun tersebut berjalan dengan tensi tinggi. Namun, di tengah atmosfer kompetisi yang semarak, kepemimpinan wasit menjadi sorotan setelah muncul sejumlah keluhan dari salah satu tim peserta.
Punggawa SSB Paster, H.Binsar, mengaku kecewa terhadap keputusan wasit dalam salah satu pertandingan yang dijalani timnya. Ia menilai terdapat perbedaan penerapan keputusan ketika terjadi situasi bola yang menurutnya memiliki kemiripan.
Menurut Binsar, salah satu tendangan langsung pemainnya sempat dianggap telah melewati garis gawang. Namun, gol tersebut tidak disahkan oleh wasit. Ia kemudian menyoroti kejadian lain ketika pertandingan memasuki drama adu penalti.
“Saya kecewa terhadap wasit pertandingan. Gol anak didik kami, walaupun menurut kami sudah melewati garis gawang, tidak disahkan. Namun ketika adu penalti, tim lawan melakukan hal yang menurut kami memiliki kemiripan dengan kejadian sebelumnya, tetapi justru dinyatakan gol,” ujar Binsar seusai timnya meraih kemenangan.
Ia berharap perangkat pertandingan dapat menjalankan tugas secara konsisten dan objektif sehingga setiap tim memperoleh perlakuan yang sama selama pertandingan berlangsung.
“Intinya, jangan sampai keputusan wasit saat memimpin di lapangan terkesan memberatkan salah satu tim,” katanya.
Sementara itu, Coach Aco, pelatih SSB Paster FC, turut menyampaikan evaluasinya mengenai jalannya pertandingan. Ia mengatakan timnya tampil dominan dan mampu mengatasi perlawanan lawan dalam pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal.
Meski sempat muncul keluhan dari sejumlah pihak mengenai beberapa keputusan selama laga, pertandingan akhirnya tetap berjalan hingga selesai dalam suasana aman. Para pemain muda pun tetap menunjukkan semangat kompetitif sekaligus menjunjung nilai sportivitas.
Di luar dinamika pertandingan, perayaan hari jadi ke-8 Clonk’s FC menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemain, pelatih, pengurus, orang tua, serta komunitas sepak bola dari berbagai daerah.
Festival tersebut tidak sekadar menjadi arena adu kemampuan di lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi pesepak bola usia dini sekaligus sarana menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, fair play, dan penghormatan terhadap lawan.
Panitia berharap Clonk’s FC dapat terus berkembang, melahirkan generasi pesepak bola berbakat, serta mengambil bagian dalam mendorong kemajuan sepak bola usia dini di Kabupaten Cianjur.
Perayaan anniversary ke-8 Clonk’s FC pun ditutup dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Di tengah persaingan di lapangan, semangat persaudaraan antarpeserta tetap menjadi warna utama dalam festival tersebut.
Jurnalis: M.Mahdi (Ben)
Editor: Redaksi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar