• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Loading berita terbaru...
    Headline

    Menu Bawah

    🔴 BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    H. Suden Sunjaya, dari Pengabdian di RW dan NU hingga Gagasan MEKAR untuk Mekarbakti

    JEJAK CYBER
    Sabtu, September 12, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JEJAK CYBER || SUMEDANG,MINGGU(13/09/2026) - Pengalaman mengabdi di tengah masyarakat menjadi bagian dari perjalanan H. Suden Sunjaya sebelum memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, 2026.

    H. Suden Sunjaya diketahui pernah dipercaya menjadi Ketua RW selama dua periode. Ia juga menjabat sebagai Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Desa Mekarbakti selama dua periode.

    Selama memimpin NU Desa Mekarbakti, salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Lailatul Ijtima. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah masyarakat.

    Ustadz Adin, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Barokah, membenarkan hal tersebut.

    “Di bawah kepemimpinan H. Suden Sunjaya, program NU yang bernama Lailatul Ijtima menjadi lebih hidup sehingga tali ukhuwah Islamiyah lebih terjalin di Desa Mekarbakti,” ujar Ustadz Adin kepada media.

    Menurutnya, kegiatan keagamaan yang semakin aktif juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara lebih luas. Pelaksanaan berbagai Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) pun dapat berlangsung lebih tertata dan tidak hanya terpusat di satu tempat.

    Dari Pengalaman Pengabdian ke Gagasan MEKAR

    Di sela kesibukannya, H. Suden Sunjaya membenarkan bahwa dirinya akan maju dalam Pemilihan Kepala Desa Mekarbakti 2026.

    Ia mengatakan, keputusan tersebut tidak semata-mata didorong oleh keinginan menduduki jabatan, tetapi juga oleh semangat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

    Prinsip yang menjadi pegangan dirinya adalah “Khoirunnas 'anfa'uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

    “Motivasi saya adalah belajar menjadi manusia yang bermanfaat,” kata H. Suden Sunjaya.

    Semangat tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah gagasan yang diberi nama MEKAR, akronim dari Maju Ekonomi, Kuat Agamis, Ramah Budaya dan Silaturahmi.

    Gagasan tersebut tidak hanya menempatkan pembangunan desa pada aspek fisik, tetapi juga berupaya menghubungkan sektor ekonomi, keagamaan, budaya dan kehidupan sosial masyarakat.

    Pertanian dan Peternakan Terintegrasi

    Salah satu perhatian dalam gagasan MEKAR adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan.

    Konsep yang ditawarkan adalah membangun hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan peternak. Limbah peternakan dapat dikembangkan menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian, sementara hasil pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan pakan ternak.

    Dengan pola tersebut, ekonomi masyarakat diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membentuk sebuah ekosistem usaha di tingkat desa.

    Di sisi lain, BUMDes diarahkan agar dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk membuka peluang penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih layak.

    Gagasan tersebut berangkat dari pandangan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus mampu memperkuat sumber penghidupan masyarakat.

    Kuat Agamis, Ramah Budaya dan Memperkuat Silaturahmi

    Selain ekonomi, MEKAR menempatkan kehidupan keagamaan sebagai salah satu fondasi pembangunan masyarakat.

    Pengalaman H. Suden Sunjaya selama memimpin NU Desa Mekarbakti menjadi salah satu latar belakang gagasan tersebut. Kegiatan seperti Lailatul Ijtima dipandang bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat.

    Sementara aspek budaya dan silaturahmi diarahkan untuk menjaga karakter masyarakat desa agar pembangunan tidak menghilangkan nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh di tengah warga.

    Dengan konsep tersebut, MEKAR membawa semangat “Mekarbakti MEKAR, Desa Berkah Berdaya Bersama.”

    Tantangan Jika Mendapat Kepercayaan Warga, 
    Namun, gagasan tetap akan diuji oleh pelaksanaan.

    Jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat dalam Pilkades Mekarbakti 2026, H. Suden Sunjaya akan menghadapi tantangan yang lebih besar dibanding ketika menjalankan amanah sebagai Ketua RW maupun Ketua NU.

    Ia tidak hanya dituntut mampu menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, tetapi juga harus mampu menerjemahkan gagasan MEKAR ke dalam program pemerintahan desa yang terukur dan dapat dirasakan masyarakat.

    Pada akhirnya, Pilkades Mekarbakti 2026 akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai bukan hanya siapa yang memiliki pengalaman dan popularitas, tetapi juga siapa yang memiliki gagasan, rekam jejak, integritas dan kemampuan mengubah gagasan menjadi kerja nyata.

    Bagi H. Suden Sunjaya, perjalanan tersebut kini memasuki tahap baru: dari pengalaman mengabdi di tengah masyarakat menuju ikhtiar untuk membawa gagasan MEKAR Maju Ekonomi, Kuat Agamis, Ramah Budaya dan Silaturahmi bagi Desa Mekarbakti.

    (Reporter: Tim Redaksi) 
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    🔴 MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    📲 HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG