masukkan script iklan disini
𝐉𝐄𝐉𝐀𝐊 𝐂𝐘𝐁𝐄𝐑 || 𝐒𝐔𝐌𝐄𝐃𝐀𝐍𝐆, Jumat, 25 September 2026 — Masalah pengelolaan sampah di pedesaan kerap menjadi persoalan yang terabaikan, padahal penumpukan sampah rumah tangga berdampak langsung pada kesehatan warga dan keindahan lingkungan. Di tengah minimnya kesadaran bersama, hadir sosok yang bergerak lebih dulu: H. Suden Sunjaya, Calon Kepala Desa Mekarbakti Nomor Urut 1, memilih turun langsung menangani persoalan ini secara mandiri.
Berdomisili di Dusun Kiarajegang RT 01/RW 10, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, beliau tergerak melihat kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Dari rasa keprihatinan itulah, ia mengambil tanggung jawab mengelola sampah atas inisiatif sendiri — bukan menunggu perintah atau bantuan dari pihak mana pun. Bagi beliau, penanganan sampah tidak boleh bergantung semata pada program pemerintah, melainkan lahir dari kesadaran dan kepedulian setiap warga.
Gerakan ini murni tumbuh dari akar rumput, tanpa intervensi maupun dorongan dari luar. Beliau menyampaikan fakta yang menyentuh: desa lain mendapat bantuan pembangunan TPS 3R, sementara dirinya belum menerima sepeser pun bantuan dana maupun fasilitas dari pemerintah terkait kegiatan pengelolaan sampah yang dijalankannya. Hingga kini, belum ada pihak yang datang membantu, namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya.
Ketiadaan dukungan resmi sama sekali tidak mengurangi semangatnya. Justru di tengah keterbatasan, H. Suden Sunjaya turun langsung mengerahkan tenaga dan kepeduliannya mengelola sampah rumah tangga — saat yang lain masih enggan. Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, pengolahan yang dirintisnya kini tumbuh berkembang dan memberi manfaat nyata bagi banyak orang.
Kini, usaha pengolahan sampah yang dirintisnya telah berkembang pesat dan memberikan dampak ekonomi luas. Tercatat sekitar 30 warga telah bekerja di bidang pengelolaan sampah tersebut, sehingga tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga yang membutuhkan penghidupan.
Saat ini, cakupan pelayanan telah mencakup satu desa secara penuh. Beliau pun terbuka apabila desa tetangga ingin ikut bergabung — menganggap urusan kebersihan bukan dibatasi batas wilayah, melainkan tugas bersama yang diselesaikan secara gotong royong.
Menatap masa depan, H. Suden Sunjaya berharap pola mandiri ini menular dan mengubah cara pandang warga. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh mengakar, sehingga Mekarbakti kelak menjadi teladan desa yang mandiri, bersih, dan sejahtera.
"Bukan menunggu diurus, tapi mengurus. Bukan menunggu bantuan, tapi menciptakan manfaat. Itulah jalan kemandirian yang sesungguhnya," ujar H. Suden Sunjaya.
Wartawati: Marinah, S,𝐊𝐨𝐦
EDITOR: Amad Ma'muri, S,H..,M,H





Tidak ada komentar:
Posting Komentar