masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || CIANJUR — Semangat kepanduan dan pendidikan karakter mewarnai pelaksanaan Jambore Ranting (Jamran) 2026 Kecamatan Cikalongkulon. Sebanyak 1.292 pelajar dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs se-Kecamatan Cikalongkulon mengikuti kegiatan yang dipusatkan di kawasan Wisata Batu Bangkong, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut resmi dibuka melalui apel pembukaan yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026), dengan dihadiri Koordinator Pendidikan (Kordik) Cikalongkulon Dedi Sumarno, S.Pd., M.Pd., sejumlah tokoh kepramukaan, para pembina, serta unsur terkait lainnya. Apel pembukaan secara resmi dibuka oleh Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si.
Dalam sambutannya, Iyus menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan tidak sekadar menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar keterampilan teknis, tetapi juga merupakan wahana strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat kebersamaan generasi muda.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.
“Jambore Pramuka ini sejalan dengan kebijakan yang menetapkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. Anak-anak kita dilatih menjadi calon pemimpin masa depan yang mampu bekerja sama, bertanggung jawab, memiliki semangat juang, serta mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Iyus.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pembina Pramuka, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Bagi Iyus, penguatan karakter merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta kesadaran terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Jamran Cikalongkulon 2026 mengusung semangat Hari Pramuka ke-65 dengan tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.”
Tema tersebut menjadi pijakan untuk menanamkan kesadaran kepada peserta bahwa ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, mampu berkolaborasi, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
“Kegiatan seperti ini membekali peserta dengan nilai tanggung jawab, kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, serta sikap saling menghargai. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan mengambil setiap nilai positif yang diberikan,” tambahnya.
Perdana Digelar di Batu Bangkong
Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Cikalongkulon, Nawawi Somdani, S.Pd., mengatakan Jamran 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan kegiatan kepramukaan di wilayah Cikalongkulon.
Ia menjelaskan, peserta merupakan anggota Pramuka golongan penggalang yang berasal dari berbagai pangkalan SD, MI, SMP, dan MTs se-Kecamatan Cikalongkulon, dengan jumlah keseluruhan mencapai sekitar 1.292 peserta.
“Pesertanya merupakan penggalang dari SD, MI, SMP, dan MTs. Untuk kegiatan Jambore Ranting di Batu Bangkong ini jumlahnya sekitar 1.292 siswa,” kata Nawawi.
Menurutnya, pelaksanaan Jamran di kawasan Batu Bangkong merupakan kegiatan perdana yang digelar melalui kolaborasi antara Kwarran Cikalongkulon dengan pengelola kawasan wisata tersebut.
Nawawi mengapresiasi respons positif dari pengelola Batu Bangkong yang turut mendukung kebutuhan pelaksanaan kegiatan, termasuk kesiapan sarana dan prasarana bagi peserta selama berada di lokasi perkemahan.
“Ini merupakan kegiatan perdana yang bekerja sama dengan pengelola Batu Bangkong. Respons mereka cukup baik dan antusias, sehingga beberapa sarana yang kami butuhkan dapat dibantu. Mudah-mudahan seluruh kebutuhan selama kegiatan dapat terpenuhi,” tuturnya.
Lebih dari sekadar tempat pelaksanaan kegiatan, pemilihan Batu Bangkong juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata lokal.
Nawawi menilai kegiatan besar seperti Jamran dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata Cikalongkulon kepada masyarakat secara lebih luas.
“Kami berharap pelaksanaan Jambore Ranting di Batu Bangkong ini juga dapat membantu mempromosikan potensi wisata yang ada di Kecamatan Cikalongkulon. Mudah-mudahan semakin banyak aset wisata dan potensi daerah yang dapat dikenal masyarakat,” ujarnya.
Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Sunda
Ada hal menarik dalam pelaksanaan Jamran Cikalongkulon 2026. Selain mengedepankan pendidikan kepramukaan, panitia juga memasukkan unsur kearifan lokal dan budaya Sunda ke dalam konsep kegiatan.
Nawawi menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat identitas budaya Sunda sebagai bagian dari upaya mengenalkan kembali nilai-nilai lokal kepada generasi muda.
Salah satunya diwujudkan melalui penggunaan istilah-istilah bernuansa budaya Sunda dalam sistem pemerintahan perkemahan.
“Dalam kegiatan ini kami juga mengedepankan budaya Sunda. Sistem pemerintahan di perkemahan menggunakan istilah yang bernuansa budaya lokal. Begitu juga dengan penamaan wilayah, kami mengambil istilah yang berkaitan dengan Panca Rakeyan dan sejumlah unsur budaya Sunda,” jelasnya.
Menurut Nawawi, pendekatan tersebut bukan sekadar ornamen kegiatan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap akar budayanya.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, generasi muda dinilai perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan jati diri.
“Kami ingin mengingatkan kembali generasi muda terhadap berbagai unsur budaya Sunda yang mungkin mulai mereka lupakan. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini budaya dan kearifan lokal Sunda dapat kembali dikenal, dipahami, dan dilestarikan,” katanya.
Fokus pada Karakter dan Pramuka Garuda
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda kepramukaan, mulai dari materi pendidikan, permainan kreatif, kompetisi, kegiatan kelompok, keterampilan, hingga pelatihan dasar kepemimpinan.
Panitia juga memberikan perhatian khusus terhadap pencapaian Pramuka Garuda, baik untuk golongan Siaga maupun Penggalang.
Menurut Nawawi, program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta didik untuk mencapai jenjang prestasi yang lebih tinggi.
“Kami lebih menekankan materi pada pencapaian Pramuka Garuda, baik golongan Siaga maupun Penggalang. Kemarin sudah ada beberapa Pramuka Garuda yang dilantik, dan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas,” ungkapnya.
Bahkan, pihaknya menargetkan agar ke depan setiap pangkalan di tingkat sekolah dasar mampu melahirkan Pramuka Garuda.
“Kami memiliki target ke depan, mudah-mudahan setiap pangkalan SD dapat melahirkan Pramuka Garuda. Karena itu, momentum ini kami harapkan menjadi sebuah tonggak yang memotivasi seluruh pangkalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan,” tegas Nawawi.
Menanamkan Jiwa Pancasila
Lebih jauh, Nawawi menuturkan bahwa Jamran juga menjadi ruang evaluasi bagi masing-masing pangkalan dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Peserta tidak hanya diarahkan untuk menguasai keterampilan, tetapi juga dilatih membangun solidaritas, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam kelompok.
“Melalui kegiatan ini kami juga dapat mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan di masing-masing pangkalan. Di sini anak-anak dilatih untuk membangun persaudaraan, kebersamaan, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memberikan pengalaman berharga yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Harapannya, mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat, terutama untuk pengembangan dan pembentukan generasi muda yang unggul dan berkarakter. Kami ingin nilai-nilai Pancasila, kebersamaan, kemandirian, dan kecintaan terhadap budaya bangsa benar-benar tumbuh dalam diri mereka,” pungkasnya.
Dengan memadukan pendidikan kepramukaan, kepemimpinan, pelestarian budaya, serta pengenalan potensi wisata daerah, Jamran Cikalongkulon 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, memperkuat solidaritas, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam merawat kebudayaan dan membangun ketahanan bangsa di masa depan.
ππππππππ: πΈπ£ππ & πΊππππ
π΄πππππ: πΌ,πΌππππ (π±ππ)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar