• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Loading berita terbaru...
    Headline

    Menu Bawah

    πŸ”΄ BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    Muchendi Mahzareki Dianugerahi Gelar Adat “Rio Junjungan Danau Betuah”

    JEJAK CYBER
    Senin, September 28, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    π‰πžπ£πšπ€ πœπ²π›πžπ« || 𝐏𝐚π₯πžπ¦π›πšπ§π  – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, menerima gelar adat “Rio Junjungan Danau Betuah” dari Lembaga Adat Marga Danau (LAMD), Kecamatan Pedamaran.
    Gelar tersebut disematkan langsung oleh Ketua Umum LAMD, Listiadi Martin, S.Sos., M.M., dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Marga Danau ke-262 yang digelar di Balai Desa Pedamaran 3, Kabupaten OKI. Minggu (27/9/2026).

    Pemberian gelar adat itu tidak sekadar menjadi seremoni kebudayaan, tetapi juga merepresentasikan penghormatan masyarakat adat terhadap nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan, serta ikatan sosial yang tumbuh dan diwariskan lintas generasi.

    Muchendi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para pemangku adat Marga Danau. Menurutnya, gelar adat mengandung tanggung jawab moral untuk ikut menjaga keberlangsungan adat dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan penghargaan yang diberikan. Mudah-mudahan gelar ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya,” ujar Muchendi.

    LAMD Dikukuhkan, Tradisi Didorong Tetap Hidup

    Momentum Hari Jadi Marga Danau ke-262 juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) periode 2026–2029.

    Dalam kesempatan tersebut, Muchendi menitipkan harapan agar kepengurusan baru tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Sebaliknya, lembaga adat diharapkan mampu hadir melalui program dan kegiatan yang berkelanjutan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
    Bagi Muchendi, sebuah organisasi baru benar-benar menemukan maknanya setelah pengurus menjalankan amanah yang telah diberikan.

    “Sudah dilantik, tidak ada kegiatan lagi. Kalau ada kegiatan mencari ketua baru lagi. Nah, itu sering kita dengar di paguyuban atau organisasi sosial lainnya,” kata Muchendi.

    Ia berharap pola tersebut tidak terjadi di LAMD. Setelah kepengurusan dikukuhkan, kegiatan yang berkaitan dengan adat, kebudayaan, sosial, hingga pelestarian kearifan lokal diharapkan terus bergerak dan berkembang.

    Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki posisi penting sebagai ruang untuk merawat identitas sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat Marga Danau.

    Muchendi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar lembaga adat tetap hidup, adaptif, dan mampu menjadi wadah pemersatu di tengah perubahan zaman.

    Menjaga Warisan, Merawat Kebersamaan

    Ketua Umum LAMD, Listiadi Martin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dalam rangkaian Hari Jadi Marga Danau ke-262, pengukuhan kepengurusan LAMD, sekaligus pemberian gelar adat.

    Sejumlah tokoh masyarakat, baik yang berdomisili di Pedamaran maupun yang berada di perantauan, turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Brigjen TNI Charlan Adilane serta perwakilan sejumlah organisasi, seperti KKMD, KUD, IWPB, PPPN, dan FWP.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten OKI serta perwakilan dari Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan.

    Listiadi mengatakan, antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya tingkat kehadiran warga. Dari sekitar 500 undangan yang disebarkan, hampir seluruhnya hadir, termasuk unsur pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa.

    Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menjadi gambaran bahwa adat dan kebudayaan masih memiliki ruang yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Marga Danau.
    Ia menambahkan, keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari kolaborasi panitia dengan berbagai unsur masyarakat.

    Suasana peringatan pun semakin semarak dengan penampilan tamjidor serta hiburan organ tunggal yang dipimpin Herisusamto.

    Bagi masyarakat Marga Danau, peringatan Hari Jadi ke-262 bukan semata-mata penanda perjalanan sejarah. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali akar budaya, memperkuat persaudaraan, sekaligus meneguhkan komitmen agar warisan adat tidak berhenti sebagai ingatan masa lalu.

    Listiadi berharap momentum Hari Jadi Marga Danau ke-262 dan pengukuhan LAMD periode 2026–2029 dapat menjadi titik awal untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga warisan budaya, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan masyarakat Marga Danau.

    Dengan demikian, adat tidak hanya dikenang sebagai peninggalan leluhur, tetapi tetap hadir sebagai nilai yang hidup, diwariskan, dan relevan bagi generasi yang akan datang.

    Jurnalis: M.Tahan
    Editor: M, Mahdi (Ben) 
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    πŸ”΄ MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    πŸ“² HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG