masukkan script iklan disini
JEAK CYBER || CIANJUR — Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, akan kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan Desa ke depan. Desa Cijedil yang terdiri dari tiga kedusunan, tujuh RW, dan 29 RT tersebut memiliki jumlah hak pilih yang diperkirakan mencapai sekitar 8.000 jiwa.
Atmosfer demokrasi pun mulai terasa di tengah masyarakat. Dukungan terhadap calon petahana, Pudin, yang akrab disapa Dino, disebut semakin menguat. Sejumlah pendukung bahkan mendorong Pudin untuk kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Cijedil, dengan harapan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah berjalan dapat dilanjutkan serta dikembangkan.
Dorongan tersebut akhirnya mendapat respons dari Pudin. Dengan semangat dan pola pikir yang ia sebut sebagai mindset baru, Pudin kembali menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dalam kontestasi Pilkades Cijedil.
Bagi dirinya, pencalonan kembali bukan semata-mata tentang mempertahankan jabatan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melanjutkan gagasan pembangunan yang dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Dalam pemaparannya pada Minggu,13/9/2026), Pudin memperkenalkan gagasan besar bertajuk “Cijedil Istimewa”. Gagasan tersebut dirumuskan dalam sejumlah prinsip yang menjadi pijakan visi dan arah pembangunan Desa Cijedil, dengan mengedepankan kemandirian masyarakat, kesehatan, toleransi, penguatan potensi lokal, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga pemerataan kesejahteraan.
Huruf I dalam “Istimewa” dimaknai sebagai Inovatif tur Mandiri Desana, sebuah semangat untuk mendorong desa agar semakin inovatif dan mampu membangun kemandirian melalui potensi yang dimilikinya.
Sementara S berarti Sehat Warga jeung Lingkunganana, yang menempatkan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan desa.
Selanjutnya, T dimaknai sebagai Toleransi jeung Agamis Panceg dina Haté, yang menegaskan pentingnya kehidupan sosial yang harmonis, toleran, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Adapun I berikutnya mengusung gagasan Ikon Kopi Cijedil Kakuatanana, sebagai upaya mengangkat potensi kopi lokal agar dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi sekaligus identitas Desa Cijedil.
Sementara itu,
M bermakna Maju Infrastruktur jeung Palayananana, yang menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
E berarti Ekonomi Makmur, Gemah Ripah, yang menggambarkan cita-cita membangun perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Kemudian W mengandung makna Warga Akur, Tengtrem, tur Aman, sebagai fondasi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, tenteram, dan aman.
Adapun huruf A menjadi penutup sekaligus penegasan komitmen, yakni Adil dina Karaharjaan, dengan perhatian terhadap kesejahteraan perangkat desa, guru ngaji, serta kader. Melalui konsep “Cijedil Istimewa” tersebut, Pudin berharap kontestasi Pilkades tidak sekadar menjadi ajang perebutan kepemimpinan, tetapi menjadi ruang adu gagasan dan komitmen untuk membawa Desa Cijedil menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, harmonis, dan sejahtera.
𝚁𝙴𝙿𝙾𝚁𝚃𝙴𝚁: 𝙼,𝙼𝙰𝙷𝙳𝙸 (𝙱𝙴𝙽)
𝙴𝙳𝙸𝚃𝙾𝚁: 𝚁𝙴𝙳𝙰𝙺𝚂𝙸

Tidak ada komentar:
Posting Komentar