masukkan script iklan disini
𝐉𝐄𝐉𝐀𝐊 𝐂𝐘𝐁𝐄𝐑 || 𝐂𝐈𝐀𝐍𝐉𝐔𝐑 – Suasana di Kantor Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendadak memanas, Rabu (23/9/2026).
Sejumlah warga mendatangi kantor desa dan melakukan penyegelan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah desa. Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga yang berkaitan dengan persoalan dana santunan kematian yang diterima masyarakat.
Tak hanya menyampaikan keberatan, warga juga melontarkan tuntutan tegas agar Kepala Desa Muara Cikadu mundur dari jabatannya.
Dalam aksi tersebut, warga memasang potongan kayu sebagai tanda penyegelan kantor desa. Langkah itu menjadi simbol memuncaknya keresahan masyarakat yang menginginkan persoalan terkait santunan kematian dibuka secara terang-terangan.
Warga meminta adanya penjelasan yang transparan mengenai besaran dana santunan, mekanisme penyaluran, hingga penerima bantuan tersebut. Mereka berharap tidak ada lagi informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
“Yang kami inginkan adalah kejelasan. Persoalan ini harus dibuka secara transparan agar masyarakat mengetahui sebenarnya seperti apa mekanisme dan penyaluran dana santunan kematian tersebut,” demikian tuntutan warga dalam aksi tersebut.
Desakan terhadap kepala desa pun semakin menguat. Warga meminta pemerintah desa memberikan pertanggungjawaban dan menjawab persoalan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
Sementara itu, Camat Sindangbarang menyampaikan bahwa Kepala Desa Muara Cikadu telah menandatangani surat pengunduran diri dari jabatannya.
Meski demikian, pengunduran diri kepala desa belum serta-merta mengakhiri persoalan. Polemik mengenai dana santunan kematian masih membutuhkan penjelasan dari pihak-pihak terkait agar duduk perkara sebenarnya dapat diketahui secara jelas.
Publik kini menanti tindak lanjut pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait aspirasi warga tersebut, termasuk kejelasan mengenai pengelolaan dan penyaluran dana santunan kematian.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan, membuka informasi secara transparan, dan memberikan kepastian agar persoalan di Desa Muara Cikadu tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Aksi penyegelan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga menginginkan jawaban, bukan sekadar janji—dan kini perhatian tertuju pada langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
𝐏𝐞𝐰𝐚𝐫𝐭𝐚: 𝐌,𝐌𝐚𝐡𝐝𝐢 (𝐁𝐞𝐧)
𝐄𝐝𝐢𝐭𝐨𝐫: 𝐑𝐞𝐝𝐚𝐤𝐬𝐢,




Tidak ada komentar:
Posting Komentar