• Jelajahi

    Copyright © JEJAK CYBER
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Loading berita terbaru...
    Headline

    Menu Bawah

    🔴 BREAKING NEWS
    Memuat berita...

    Akar Kearifan Nahdlatul Ulama Menjaga Tradisi, Merangkul Perubahan, Mengabdi pada Rakyat

    JEJAK CYBER
    Senin, Oktober 05, 2026 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JEJAK CYBER || SUMEDANG, Senin (5/10/2026) Filosofi ulama Nahdlatul Ulama
    𝟏, 𝐀𝐡𝐥𝐮𝐬𝐬𝐮𝐧𝐧𝐚𝐡 𝐰𝐚𝐥 𝐉𝐚𝐦𝐚'𝐚𝐡 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠, 
    Filosofi inti ulama NU berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jama'ah. Tidak ekstrem ke kiri, tidak kaku ke kanan melainkan menempuh jalan tengah yang lurus dan damai. Mengambil dari ajaran Nabi SAW dan para ulama terdahulu, menjaga keseimbangan antara syariat yang tegas dan makrifat yang lembut, antara lahiriyah dan batiniah.
     
    𝟐. 𝐓𝐚𝐬𝐚𝐦𝐮𝐡 𝐓𝐨𝐥𝐞𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐞𝐫𝐥𝐚𝐧𝐝𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐒𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠, 
    Ulama NU mengajarkan tasamuh: menghormati perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan menjaga kerukunan sesama manusia maupun sesama pemeluk agama. Perbedaan bukan alasan perpecahan, melainkan kekayaan yang harus dijaga. "Berbeda pendapat tetap bersaudara" inilah semangat yang melahirkan kedamaian di tengah keberagaman Nusantara.
     
    𝟑. 𝐓𝐚𝐰𝐚𝐝𝐡𝐮 𝐊𝐞𝐫𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐇𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐊𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧
    Ilmu yang tinggi tidak membuat sombong, kedudukan yang terhormat tidak membuat lupa diri. Ulama NU mengajarkan tawadhu: semakin berilmu, semakin rendah hati; semakin dihormati, semakin melayani rakyat. Kekuatan sejati bukan pada tinggi suara, melainkan pada luas keikhlasan memberi.
     
    𝟒. 𝐔𝐤𝐡𝐮𝐰𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐚𝐭 𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚
     Ada tiga persaudaraan yang dijaga:
     
    - Ukhuwah Islamiyah persaudaraan sesama umat Islam
    ​
    - Ukhuwah Wathaniyah persaudaraan sesama bangsa Indonesia
    ​
    - Ukhuwah Basyariyah persaudaraan sesama manusia
     
    Ulama NU mengajarkan: persatuan tidak dibangun dengan memisahkan, melainkan dengan merangkul. Semua punya tempat, semua berharga, semua saudara.
     
    𝟓. 𝐀𝐥-𝐌𝐮𝐡𝐚𝐟𝐚𝐳𝐡𝐚𝐡 '𝐚𝐥𝐚 𝐚𝐥-𝐐𝐚𝐝𝐢𝐦 𝐚𝐬𝐡-𝐒𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐚𝐦𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐢𝐤. 
    Filosofi ini berbunyi: "Memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik." Tidak menolak perubahan, tetapi tidak juga meninggalkan akar. Yang luhur tetap dijaga, yang bermanfaat diambil untuk kemajuan. Tradisi dan pembaharuan berjalan beriringan, tidak saling meniadakan.
     
    𝟔. 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐬𝐥𝐚𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐔𝐦𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚. 
    Di atas kepentingan pribadi, di atas keinginan kelompok, ada kemaslahatan rakyat banyak. Jika ada dua pilihan, pilihlah yang memberi manfaat lebih luas. Jika harus mengalah, mengalahlah demi kebaikan bersama. Inilah semangat yang membuat ulama NU selalu hadir di tengah masyarakat, memikirkan nasib orang banyak, bukan sekadar diri sendiri.
     
    𝟕. 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐀𝐢𝐫 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐍𝐊𝐑𝐈 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐈𝐦𝐚𝐧. 
    Ulama NU meyakini: mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. Mempertahankan kedaulatan negara, menjaga keutuhan bangsa, dan berbakti kepada Indonesia tidak bertentangan dengan ajaran agama. Justru sebaliknya beribadah kepada Tuhan sekaligus mengabdi kepada negeri adalah dua kewajiban yang menyatu.
     
    𝟖. 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐤 𝐌𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐭. 
    Ulama NU mengajarkan: kebenaran harus ditegakkan, keadilan harus diwujudkan, meskipun pahit rasanya. Tidak takut pada penguasa jika salah, tidak membenarkan kesalahan demi keuntungan. Berani berkata benar, berani membela yang lemah itulah ciri ulama yang memegang amanah.
     
    𝟗. 𝐊𝐞𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐭𝐞𝐠𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐏𝐮𝐭𝐮𝐬 𝐀𝐬𝐚. 
    Perubahan tidak datang dalam semalam. Kebaikan tidak selalu dihargai seketika. Ulama NU mengajarkan sabar yang tidak pasif: tetap berbuat baik meski tidak dibalas, tetap mengajak ke jalan lurus meski ditolak, tetap tegak meski sendiri. Sabar adalah kekuatan yang menggerakkan gunung perlahan namun pasti.
     
    𝟏𝟎. 𝐈𝐥𝐦𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐚𝐦𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐤𝐡𝐥𝐚𝐤 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐲𝐚𝐭𝐚. 
    Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Ulama NU tidak hanya mengajarkan, tetapi menjadi teladan. Kata-kata diiringi perbuatan, nasihat diikuti contoh. Akhlak yang mulia sopan santun, peduli sesama, jujur dalam tutur adalah ilmu yang paling nyata dan paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
     
    Inti dari semua filosofi ini tertuang dalam satu kalimat yang hidup di hati setiap warga NU:
     
    "Mengasihi sesama makhluk demi mencintai Sang Pencipta, dan mengabdi kepada rakyat demi keridhaan Allah.

    Penulis: Amad Ma'muri.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Diver

    🔴 MITRA JEJAK CYBER - MEDIA PROMOSI PASANG IKLAN DISINI
    Display BannerTop Header
    300x250
    Rp 150.000/bulan
    Artikel Sponsor1 Artikel SEO
    + Share Sosmed
    Rp 200.000
    Video PromosiYouTube & Reels
    IG + TikTok
    Rp 250.000
    Paket KomplitBanner + Artikel
    + Video
    Rp 500.000
    📲 HUBUNGI WHATSAPP SEKARANG