masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || JOMBANG - Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat NU kini diselimuti duka yang mendalam. Tokoh sepuh sekaligus putri pendiri NU, Nyai Hajjah Mahfudhoh Aly Ubaid, telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 4 Oktober 2026 malam, di Jakarta. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati seluruh warga bangsa, khususnya keluarga besar ulama dan umat Islam di seluruh Nusantara.
Almarhumah adalah putri terhormat dari Kyai Haji Abdul Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama. Dari darah pendirilah beliau lahir, tumbuh, dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menjaga, melestarikan, dan memperkokoh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah yang menjadi nafas kehidupan organisasi NU.
Berpulangnya Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid di usia 82 tahun bukan sekadar perpisahan biasa. Beliau dikenal luas di kalangan umat sebagai "Jimatnya NU" sebutan yang lahir bukan tanpa alasan. Di sosok beliau terlihat kelembutan yang tak tergoyahkan, kesetiaan yang tak pernah pudar, dan ketulusan yang menjadi pengikat persaudaraan seluruh kader NU dari sabang sampai Merauke.
Selama puluhan tahun mengabdi, almarhumah tak pernah mencari sorotan. Beliau berdiri di belakang layar, mendoakan, menguatkan, dan menasehati siapa pun yang datang memohon restu. Ketenangan wajahnya, kelembutan ucapannya, serta keikhlasan hatinya menjadi sumber kekuatan bagi banyak tokoh ulama, kader, dan masyarakat luas yang merasa kehilangan sosok pelindung yang penuh kasih sayang.
Pengabdian beliau tidak terukur dengan angka atau penghargaan. Hadirnya di tengah keluarga besar NU sudah menjadi penenang, penyatu, dan pengingat akan akar perjuangan para pendiri. Di saat dunia berubah cepat, Nyai Mahfudhoh tetap berdiri tegak menjaga nilai-nilai luhur warisan ayahandanya sederhana, tulus, dan tak pernah meninggalkan umat dalam kesulitan.
Jenazah almarhumah akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Tempat ini bukan sekadar tanah pemakaman, melainkan rumah tempat beliau tumbuh, tempat ilmu diturunkan, dan tempat jejak perjuangan keluarga besar NU tertanam sejak lama.
Pemakaman di Tambakberas menjadi perjalanan pulang yang mengharukan kembali ke tanah kelahiran, kembali ke sisi leluhur, kembali ke lingkungan yang mencetak para ulama pelindung umat. Ribuan warga, ulama, tokoh masyarakat, serta kader NU diperkirakan akan hadir untuk mengantar perpisahan terakhir sosok yang begitu dicintai dan dihormati ini.
Kehilangan ini terasa berat, namun keberkahan yang beliau tinggalkan akan terus hidup. Setiap nasihat, setiap doa, setiap teladan kesederhanaan dan kesetiaan yang ditunjukkan Nyai Mahfudhoh akan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus. Beliau tidak pergi begitu saja beliau tinggal dalam kenangan, dalam amal, dan dalam kebaikan yang terus disebarkan oleh mereka yang dicintainya.
Kepada seluruh keluarga, kerabat, dan keluarga besar NU serta Muslimat NU di mana pun berada: mari kita tabahkan hati. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, dan pulanglah kita semua kepada-Nya. Doa adalah penghormatan terindah yang bisa kita persembahkan untuk beliau semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat yang paling indah di sisi-Nya.
Selamat jalan, Nyai kami. Terima kasih telah menjadi penenang, pelindung, dan teladan bagi kita semua. "Jimatnya NU" kini telah kembali ke Pangkuan-Nya, namun semangat yang beliau wariskan akan terus menyala di dada setiap kader. Al-Fatihah untuk Almarhumah Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid semoga tenang, damai, dan diterima di sisi Allah SWT.
Redaksi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar