masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || CIANJUR – Kekeringan yang melanda Kampung Benderawey, Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, dalam beberapa tahun terakhir menjadi persoalan serius bagi masyarakat, khususnya para petani.
Minimnya pasokan air membuat petani harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah. Mereka terpaksa mengambil air dari sungai yang lokasinya cukup jauh dengan menggunakan pompa dan genset.
Kondisi tersebut tentu tidak mudah. Selain membutuhkan tenaga dan waktu, penggunaan pompa juga menambah beban operasional petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Karena itu, rencana dan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat disambut positif oleh masyarakat setempat. Bagi para petani, keberadaan irigasi yang berfungsi secara optimal merupakan kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
Salah seorang petani sekaligus pemilik sawah di wilayah tersebut, Gandi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya rehabilitasi irigasi yang telah dinantikan masyarakat selama kurang lebih lima tahun.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan ke depannya pengairan bisa kembali lancar dan normal. Irigasi ini sudah sekitar lima tahun ditunggu masyarakat, dan akhirnya sekarang bisa terealisasi,” ujar Gandi, Senin (5/10/2026).
Menurut Gandi, selama persoalan irigasi belum terselesaikan, petani harus mengandalkan pompa untuk mendapatkan pasokan air dari sungai. Terlebih ketika musim tanam padi tiba, kebutuhan air menjadi semakin tinggi.
“Selama ini kalau menggarap sawah, kami menggunakan genset untuk memompa air dari sungai. Pengairannya pun tidak selalu tersedia. Dalam kondisi tertentu, kami hanya bisa mengambil air setiap beberapa hari sekali,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat petani harus bekerja lebih keras agar tanaman tetap mendapatkan air yang cukup. Kekhawatiran terhadap ancaman gagal panen pun menjadi persoalan yang terus membayangi, terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Gandi berharap rehabilitasi jaringan irigasi tersebut dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi para petani di Benderawey. Dengan tersedianya saluran irigasi yang memadai, ia berharap kegiatan pertanian dapat berlangsung lebih stabil tanpa terlalu bergantung pada pompa maupun sumber air alternatif.
“Sebagai petani, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah memahami kebutuhan kami. Mayoritas masyarakat di sini adalah petani, sehingga air menjadi kebutuhan yang sangat penting,” katanya.
Ia menilai, keberadaan irigasi yang akan di perbaiki akan memberikan dampak besar terhadap produktivitas pertanian masyarakat. Terlebih selama sekitar lima tahun, sejumlah lahan menghadapi keterbatasan pengairan yang menyulitkan petani untuk menggarap sawah secara optimal.
“Harapannya nanti semuanya kembali normal. Seluruh area persawahan yang selama ini terkendala air bisa kembali digarap. Jadi ketika musim kemarau datang, kami tidak perlu khawatir tidak bisa bertani atau mengalami gagal panen karena kekurangan air,” ujar Gandi.
Bagi para petani Benderawey, rehabilitasi irigasi bukan semata pembangunan fisik. Lebih dari itu, hadirnya kembali aliran air ke areal persawahan menjadi harapan baru untuk menghidupkan kembali lahan pertanian dan menjaga sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian.
Pewarta: M.Mahdi (Ben)
Editor: Amad Ma'muri.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar