masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || SUMEDANG, SENIN (05/10/2026) - Setiap perjalanan yang abadi bermula dari niat yang tulus. Demikian pula sejarah panjang Manggala Garuda Putih, yang lahir secara resmi di Kota Cirebon pada tanggal 13 Agustus 2017. Tanggal ini menjadi titik awal perjuangan, di mana sebuah organisasi kelahiran Cirebon ini bertekad hadir untuk melindungi, membela, dan mengabdi kepada masyarakat tanpa pamrih.
Bahkan di tahun yang sama, sekitar 2017, kehadiran Manggala Garuda Putih sudah dirasakan di Kabupaten Sumedang. Sejak awal berdirinya organisasi di Cirebon, benih pengabdian ini segera menyebar hingga ke tanah Sumedang, dan pada masa itu kepengurusan DPC Sumedang sudah ada di bawah pimpinan Bapak Aat sebagai Ketua DPC. Beliau adalah sosok pendiri pertama yang meletakkan dasar kehadiran Manggala di bumi Sumedang, mengawali langkah pengabdian yang berlanjut hingga hari ini.
Dua tahun kemudian, tepat pada tahun 2019, Manggala Garuda Putih resmi menetapkan diri sebagai Organisasi Kemasyarakatan berskala Nasional. Kepemimpinan tingkat Nasional diamanahkan kepada Bapak H. Djoni Hidayat, S,H..,M,H selaku Ketua Umum, yang mengarahkan seluruh gerak organisasi agar senantiasa berjalan lurus, taat pada hukum negara, dan berbakti kepada bangsa Indonesia.
Di tahun yang sama, 2019, terjadi pemantapan kepengurusan di tingkat daerah. Kepemimpinan DPC Manggala Garuda Putih Kabupaten Sumedang beralih dan dipercayakan kepada Bapak Alek Leo Sugiyono, S.Hut., M.M. yang saat itu dikenal sebagai Bapak Alex Leo sebagai Ketua DPC. Kepemimpinan ini menjadi kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun sebelumnya, membawa organisasi ke arah yang lebih terstruktur, kokoh, dan berkelanjutan.
Peralihan kepemimpinan ini bukan pemutusan sejarah, melainkan penyambungan benang yang sama. Apa yang telah dirintis oleh Bapak Aat sejak 2017 semangat kehadiran di tengah warga, kepedulian yang tulus, dan persaudaraan yang hangat diteruskan, diperkuat, dan dikembangkan oleh Bapak Alex Leo bersama seluruh jajaran. Dua nama ini menjadi saksi awal perjuangan di Sumedang, yang merintis jalan, dan yang mengokohkan jalannya.
Nama Manggala Garuda Putih senantiasa menjadi kompas arah, Manggala adalah pelindung yang berani membela kebenaran, Garuda adalah kesetiaan tak tergoyahkan kepada NKRI, dan Putih adalah janji menjaga niat tetap bersih dari kepentingan pribadi. Tiga makna ini mengiringi setiap langkah dari Cirebon 2017, ke Sumedang 2017, ke Nasional 2019, hingga kini tegak berdiri.
Tantangan tentu datang. Ada masa ketika organisasi masih dikenal sedikit orang, ada masa ketika pemahaman belum serentak, dan ada masa ketika sumber daya masih terbatas. Namun justru di kesederhanaan itulah kekuatan ditemukan, tidak mendesak diakui, melainkan berusaha bermanfaat; tidak mengejar kekuasaan, melainkan mengutamakan pengabdian.
Pengukuhan DPC Manggala Garuda Putih Kabupaten Sumedang untuk masa bakti 2026–2031 yang baru saja terlaksana adalah bukti nyata kelanjutan sejarah. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC Alek Leo Sugiyono beserta jajaran lengkap pengurus, organisasi kini berdiri lebih kokoh, lebih terarah, dan siap melangkah lebih jauh tanpa melupakan siapa yang merintis duluan, dan dari mana semuanya bermula.
Sejarah ini mengajarkan kebenaran yang berharga, tidak ada yang berdiri sendiri. Setiap pemimpin yang datang berdiri di atas bahu mereka yang telah mendahuluinya. Bapak Aat yang merintis sejak 2017, Bapak Alex Leo yang mengokohkan sejak 2019, serta seluruh kader yang setia menyertai semuanya adalah bagian tak terpisahkan dari kisah Manggala Garuda Putih di Sumedang.
Masa depan kini terbentang luas. Dengan berpegang pada jejak para pendiri, arah pimpinan Nasional, serta semangat seluruh kader, Manggala Garuda Putih akan terus melangkah tidak melupakan dari mana asalnya, tidak melupakan untuk siapa ia ada. Lahir dari rakyat, dirintis oleh orang-orang tulus, diperjuangkan bersama, dan akan senantiasa mengabdi untuk rakyat.
Bersemangat Manggala Bener Wani Babad
Sumber: Ngki Kiga
Penulis: Amad Ma'muri.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar