masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan sikap tegas dalam pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika ditemukan dapur yang bermasalah, termasuk yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, BGN tidak akan segan melaporkannya langsung ke Kejaksaan. Langkah ini khususnya menyasar dapur-dapur fiktif maupun yang tercatat beroperasi namun faktanya tidak menjalankan kegiatan pelayanan kepada penerima manfaat.
Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan hal tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026). Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen agar program strategis nasional ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
"Kami tidak akan menoleransi penyimpangan apapun. Jika ditemukan dapur fiktif, tidak beroperasi sebagaimana mestinya, atau ada indikasi dugaan korupsi, kami langsung serahkan ke Kejaksaan. Tidak ada kompromi," tegas Sudaryono.
Selain pengawasan di lapangan, BGN juga sedang menelusuri secara mendalam sisa anggaran program MBG yang mencapai Rp229 triliun. Penelusuran ini bertujuan memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan sesuai peruntukan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Pengawasan dilakukan secara bertahap, mulai dari verifikasi data dapur pusat dan dapur satuan, pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban, hingga pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan keberadaan dan kinerja dapur yang bersangkutan.
Pengawasan menyeluruh ini dilakukan untuk menjamin manfaat program benar-benar dirasakan oleh sasaran, meningkatkan status gizi masyarakat, serta mencegah kebocoran yang merugikan keuangan negara. BGN mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk ikut mengawasi pelaksanaan program MBG di masing-masing wilayah.
"Keterbukaan dan partisipasi publik sangat kami butuhkan. Jika warga mendapati adanya hal-hal yang tidak wajar dalam pelaksanaan program MBG, silakan laporkan. Kami tindak lanjuti dengan serius," tambah Sudaryono.
Mekanisme pelaporan pun disiapkan agar mudah diakses masyarakat. Laporan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti. Jika terbukti ada penyimpangan, BGN akan mengambil langkah administratif sekaligus melaporkan ke penegak hukum sesuai tingkat pelanggarannya. Tidak hanya pengelola dapur, pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan, penyaluran, hingga pelaporan yang tidak jujur juga akan ditelusuri pertanggungjawabannya.
Proses pengawasan dan penelusuran anggaran akan terus berjalan secara berkelanjutan. BGN menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah anggaran yang dikelola, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan gizi generasi penerus, dan kepercayaan rakyat adalah modal utama keberhasilan program ini. Oleh karena itu, setiap upaya yang merusak kepercayaan tersebut akan ditindak dengan tegas dan tidak ditawar.
(π°πππ πΌπ'ππππ)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar