masukkan script iklan disini
JEJAK CYBER || SINDANGPAKUON - Pemerintah Desa Sindangpakuon turut memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Kamis, 2 Oktober 2026. Mengusung tema "Lestarikan Batik, Jaga Identitas Bangsa", peringatan ini menjadi momen berharga untuk kembali menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, dan kepedulian seluruh warga terhadap warisan budaya luhur yang telah diakui dunia.
Mewakili Pemerintah Desa Sindangpakuon, Sekretaris Desa, Ridwan Sopiana, S.Pd., menyampaikan kepada awak media Jejak Cyber, bahwa batik bukan sekadar kain bermotif indah. Lebih dari itu, batik adalah jejak sejarah, perpaduan seni dan ketekunan, serta bukti kebijaksanaan nenek moyang yang diwariskan turun-temurun. Setiap goresan canting, setiap warna yang tercipta, mengandung makna, doa, dan filosofi yang mendalam.
Batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2009. Pengakuan tersebut bukan berarti tugas kita selesai, melainkan justru menjadi tanggung jawab yang semakin besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya agar tidak pudar ditelan zaman. Di tangan generasi mudalah keindahan dan keagungan batik ini harus terus dijunjung tinggi ujar Ridwan,
Ridwan Sopiana menegaskan, melestarikan batik dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memakai batik dalam kegiatan sehari-hari, mengenalkan keindahannya kepada anak-anak, serta mendukung pengrajin batik di lingkungan sekitar. Dengan demikian, budaya ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup, tumbuh, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.tegasnya
Di Desa Sindangpakuon, keindahan dan kearifan budaya luhur selalu dijaga sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri warga. Semangat mencintai produk dan budaya sendiri adalah cerminan persatuan serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Ketika kita memakai batik, sesungguhnya kita sedang memakai identitas, kehormatan, dan jati diri bangsa di hadapan dunia.
Kita tidak boleh membiarkan warisan leluhur ini hilang atau tergantikan sepenuhnya oleh budaya asing yang belum tentu cocok dengan jiwa kita. Maka dari itu, mari kita jadikan Hari Batik Nasional ini sebagai titik balik untuk lebih mencintai, memakai, dan mempromosikan batik bukan hanya saat peringatan saja, melainkan dalam keseharian kita.
Batik mengajarkan kita kesabaran, ketelitian, keindahan, dan keunikan. Setiap motif memiliki cerita, setiap proses mengandung ketekunan — nilai-nilai inilah yang perlu diwariskan kepada anak cucu. Melestarikan batik berarti melestarikan jati diri bangsa, menjaga akar budaya agar tetap kokoh meski angin perubahan terus berhembus.tutup Ridwan
Semoga semangat pelestarian batik ini terus menyala di setiap keluarga di Desa Sindangpakuon. Mari kita bersama-sama mewujudkan bangsa yang makin mencintai jati dirinya, makin bersatu, dan makin bermartabat. Selamat Hari Batik Nasional 2026 lestarikan warisan, jaga identitas, banggakan Indonesia.
Jurnalis: Marinah, S, Kom
Editor: Amad Ma'muri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar